Pupuk hayati juga ada yang hany terdiri dari satu atau beberapa mikroba saja, tapi adajuga yang mengklaim terdiri dari bermacam-macam mikroba. Pupuk Hayati ini juga kemudian diaplikasikan ke tanaman.
Pupuk ini secara umum bertugas untuk merangsang pertumbuhan tanaman. Namun, fungsi spesifiknya adalah membuat bunga tanaman hias tidak mudah layu dan rontok.
Pada umumnya, pupuk organik buatan digunakan dengan cara menyebarkannya di sekeliling tanaman, sehingga terjadi peningkatan kandungan unsur hara secara efektif dan efisien bagi tanaman yang diberi pupuk organik tersebut.[eight]
Mikroba yang bersimbiosis dengan kedelai varietas tertentu belum tentu cocok untuk tanaman kacang-kacangan yang lain. Umumnya mikroba yang bersimbiosis berspektrum sempit.
Ciri-ciri kotoran hewan yang sudah bisa digunakan sebagai pupuk kandang adalah bentuknya sudah tidak seperti kotoran, teksturnya remah, dan baunya tidak menyengat. Pupuk kandang ini disebut juga pupuk kandang tipe dingin.
Memiliki kandungan unsur hara spesifik yang sudah jelas besaran kandungannya. Misalnya untuk pemupukan tanaman pada fase generatif, tanaman lebih banyak membutuhkan unsur hara fosfor dan kalium.
Adalah pupuk yang berasal dari pelapukan sisa-sisa tanaman, hewan dan bahan alam lainnya. Baik yang diproses secara alami maupun melalui rekayasa manusia.
Masalah Pupuk anorganik limbah anorganik hingga kini belum menemukan titik terang. Meskipun beberapa ikhtiar telah dilakukan, jumlah sampah di Indonesia masih saja terbilang besar.
Tanaman yang kekurangan unsur fosfor gejalanya: pembentukan buah/dan biji berkurang, kerdil, daun berwarna keunguan atau kemerahan
Jika Anda ingin mengobati tanaman yang sakit karena kekurangan nutrisi, gunakanlah pupuk cair karena efeknya lebih cepat terasa.
Hormon Sitokinin. Hormon sitokinin berfungsi untuk merangsang pembelahan sel, pembentukan tunas pada batang maupun pada kalus, selainitu berfungsi juga untuk menghambat efek dominansi apikal dan mempercepat tumbuhan memanjang.
Jenis yang pertama ialah pupuk hijau yang berasal dari pelapukan tanaman, baik tanaman sisa panen maupun tanaman yang sengaja ditanam untuk diambil hijauannya. Tanaman yang biasa digunakan untuk pupuk hijau beberapa diantaranya dari jenis leguminosa (kacang-kacangan) dan tanaman air (azola). Jenis tanaman ini dipilih karena memiliki kandungan hara, khususnya nitrogen, yang tinggi serta cepat terurai dalam tanah. Pengaplikasian pupuk hijau bisa langsung dibenamkan kedalam tanah atau melalui proses pengomposan.
Kelompok mikroba penambat N sudah dikenal dan digunakan sejak lama. Mikroba penambat N adalah yang bersimbiosis dengan tanaman dan ada juga yang bebas (tidak bersibiosis) adalah Azosprilun sp dan Azotobakter sp. Mikroba pelarut fosfat dimanfaatkan untuk memperkaya fosfat alam. Mikroba lain yang juga sering digunakan adalah Mikoriza, yang terdiri dari dua kelompok utama yaitu: endemikoriza dan ektomikoriza.
Contoh pupuk anorganik yang ketiga adalah pupuk ZA. Pupuk ini berfungsi untuk menambahkan unsur hara pada tanaman sehingga nantinya dapat memperbaiki kualitas tanaman serta menambah nilai gizi pada hasil panen.